Informasi tentang Penyakit Cacar Monyet

 

Penyakit cacar monyet adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox. Pada awalnya, penyakit ini menyerang binatang tertentu, namun akhir-akhir ini menyerang manusia. Infeksi pada manusia telah didokumentasikan melalui penanganan monyet yang terinfeksi, tikus raksasa dan tupai Gambia, dengan hewan pengerat yang kemungkinan besar merupakan reservoir virus. Dilaporkan, awal Mei 2019, seorang warga Nigeria terindikasi positif terserang cacar monyet saat berada di Singapura.

Virus monkeypox dapat menyebar dan menginfeksi melalui gigitan, cakaran, serta kontak dengan cairan tubuh binatang yang terinfeksi. Bisa juga menular melalui benda yang terkontaminasi, atau kontak dengan orang yang terinfeksi. Virus penyakit ini lebih mudah menyerang orang dengan daya tahan tubuh yang kurang bagus.

Gejala

Gejala infeksi virus monkeypox muncul 1-3 minggu. Gejalanya awal biasanya mirip dengan cacar, vitiligo, kudis, atau campak; yang disertai demam, sakit kepala, letih atau lemas, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri otot, dan muncul ruam di kulit. Gejala awal ini akan berlangsung selama 1-3 hari.

Setelah gejala awal, ruam di kulit akan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ruam akan berkembang menjadi bintil berisi cairan atau nanah. Bintil yang pecah akan menyebabkan luka pada permukaan kulit.

Untuk memastikan bahwa seseorang terinfeksi virus monkeypox harus dilakukan pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan lanjutan ini meliputi test darah, test usap tenggorokan serta biopsi kulit.

Pengobatan Penyakit Cacar Monyet

Biasanya pada orang dengan sistem kekebalan yang baik, penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya. Belum ada pengobatan dan penanganan medis secara khusus kepada penderita. Penanganan medis lebih bersifat simptomatik dan suportif. Untuk meringankan bisa diberikan pengobatan berdasar gejala dan keluhan yang muncul.

Upaya Pencegahan

Berikut ini adalah upaya-upaya pencegahan penyebaran penyakit cacar monyet:

  • Penerapan gaya hidup sehat dengan tetap menjaga kebersihan.
  • Hindari kontak langsung dengan binatang pengerat, seperti tikus; atau binatang primata, seperti monyet.
  • Hindari berbagi alat makan dengan orang terinfeksi virus monkeypox.
  • Cuci tangan dengan sabun setelah melakukan kontak dengan orang yang positif terinfeksi virus monkeypox.
  • Jika memiliki binatang peliharaan yang diduga terinfeksi virus monkeypox, segera hubungi dokter hewan untuk penanganan lebih lanjut.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *