Tips Berpuasa Bagi Penderita Maag

Penderita maag fungsional dan maag organik yang terkontrol bisa berpuasa. Pola makan dan jenis makanan perlu diatur agar ibadah puasa lancar, tanpa keluhan ulu hati.

Penderita maag sering H2C (harap-harap cemas) saat berpuasa. Keluhan nyeri lambung yang membuat perut melilit dan kembung, memang sangat tidak enak. Proses pencernaan makanan di lambung berlangsung selama 6-8 jam. Bila kita makan sahur pk.03:00 pagi, berarti lambung akan terisi gas dan perut kembung.

Tips Berpuasa Bagi Penderita Maag - Tips Berpuasa Bagi Penderita Maag

“Pada orang sakit maag, keluhan ini akan dominan pada 7 hari pertama. Setelah itu, tubuh pasien akan menyesuaikan diri, dan keluhan pun berkurang.” tutur dr. Ari Fachrial Syam, Sp. PD-KGEH, MMB, dari FKUI/RSCM, Jakarta.

Sakit maag pada penderita maag bisa dibedakan menjadi fungsional dan organik.

Penderita Maag Fungsional

Pada maag fungsional, tidak ada kelainan anatomis atau penyakit lain; keluhan terjadi utamanya karena pola makan yang kurang baik. Misalnya makan tidak teratur, atau sering mengonsumsi makanan yang mengiritasi lambung seperti cuka, makanan pedas, kopi, serta rokok. Pada penderita maag fungsional, puasa malah akan memperbaiki keluhan, karena pola makan jadi teratur dan konsumsi kopi / rokok otomatis berkurang.

Penderita Maag Organik

Pada penderita maag organik mengalami kelainan pada organ saluran pencernaan atau penyakit lain yang mendasari, oleh karenanya perlu berhati-hati. “Mereka bisa berpuasa, asal tidak dalam keadaan akut (sedang sakit), dan penyebab organiknya bukan karena kanker,” ujar dr. Ari.

Penderita maag organik bisa berpuasa, bila kelainan organiknya diobati dulu. Bila penyebabnya karena kelainan saluran cerna, misalnya luka di lambung akibat infeksi bakteri H.pylori, infeksi harus minum obat penurun kadar asam lambung. Bila luka di lambung sudah sembuh, yang bersangkutan bisa berpuasa.

Bagi penderita maag demikian tidak dianjurkan puasa bila belum diobati. Apalagi bila ada gejala penurunan kondisi kesehatan. Misalnya berat badan turun, pucat, anemia, muntah darah, buang air besar berwarna hitam (tanda adanya pendarahan pada saluran cerna) dan tidak bisa menelan.

Pola Makan Penderita Maag Saat Berbuka Puasa

Buka puasa sebaiknya penderita maag memulainya dengan minuman hangat; air putih atau teh manis. Mereka yang sensitif terhadap kafein, sebaiknya minum air putih karena teh pun mengandung kafein, yang bisa memicu kembung dan rasa tidak nyaman di lambung. Bila merasa kuat minum dingin, bisa mengonsumsi jus buah. Atau, sesuai anjuran Rasul SAW, makan 3 butir kurma. Rasanya yang manis akan cepat menggantikan energi yang hilang, dan teksturnya yang lembut sehingga tidak mengiritasi lambung yang kosong sekian lama.

“Setelah sholat Magrib, baru makan besar. Tapi jangan berlebihan,” ujar dr. Ari. Sesudah sholat tarawih atau sebelum tidur, bisa mengkonsumsi makanan ringan. Penting mengonsumsi cukup air putih , untuk membantu proses pencernaan.

“Hindari makanan yang sulit dicerna, yang dapat memperlambat pengosongan lambung,” tegas dr. Ari. Misalnya makanan berlemak, kue tart, coklat dan keju. Makanan seperti ini dapat meningkatkan peregangan di lambung, yang pada akhirnya akan meningkatkan asam lambung. Kopi, teh, minuman beralkohol (5-120%), anggur putih, sari buah sitrus dan susu full cream sebaiknya juga dihindari, karena merangsang pengeluaran asam lambung.

Hindari pula makanan yang secara langsung merusaak dinding lambung: makanan yang mengandung cuka dan pedas, merica, dan bumbu yang merangsang. “Termasuk makanan minuman yang dapat melemahkan klep kerongkongan bawah, yang menyebabkan cairan lambung naik ke kerongkongan. Misalnya alkohol, coklat, makanan tinggi lemak, dan gorengan” papar dr. Ari.

Bagi penderita maag yang cinta makanan pedas, tentu sulit 100% menghindari cabe atau merica. Bila tidak sanggup menghindarinya, konsumsi perlu dibatasi dan jangan langsung mengonsumsi sebagai makanan pertama kala berbuka. Isi dulu perut dengan minuman hangat dan makanan “aman” yang tidak memicu asam lambung, setelah itu baru mengonsumsi makanan pedas.

Makanan minuman yang menyebabkan atau memperberat gejala pada penderita maag, sebaiknya dihindari atau dibatasi. Misalnya yang banyak mengandung gas dan serat, seperti sayuran tertentu (sawi, kol), buah-buahan tertentu (nangka, pisang ambon), buah kedongdong yang dikeringkan, dan minuman bersoda.

Merokok dan mengunyah permen karet sebaiknya juga dihindari, karena akan meningkatkan gas di lambung. Dan, sumber karbohidrat yang berasal dari beras ketan, mie, bihun, bulgur, ubi singkong, talas dan dodol sebaiknya dihindari.

Pada sebagian penderita maag, sumber karbohidrat ini kerap memicu munculnya keluhan kembung dan perut melilit. Bagaimana dnegan asinan atau tajil bersantan seperti kolak, yang merupakan “menu wajib” bagi sebagian masyarakat Indonesia?

Penderita maag sebaiknya menghindari karena dapat meningkatkan asam lambung dan mengiritasi lambung. Bila ingin mengonsumsi, batasi jumlahnya, cukup secangkir kecil. Asinan sebaiknya tidak dikonsumsi segera saat berbuka. Beri waktu sekitar 30-60 menit setelah buka puasa, agar lambung tidak “kaget”, dan konsumsi sedikit saja. Bila maag yang diderita cukup berat, sebaiknya asinan dihindari sama sekali.

Jadi, asal dilakukan dengan benar, ibadah puasa tidak masalah. “Puasa itu membuat orang normal tetap sehat, dan orang yang punya keluhan sakit maag akan sembuh.” kata dr. Ari.

Demikianlah informasi mengenai Tips Berpuasa Bagi Penderita Maag. Semoga bermanfaat.

Tips Berpuasa Bagi Penderita Maag | Admin | 4.5