Tips Aman Melindungi Kulit dari Paparan Sinar Matahari

Melindungi kulit dari Paparan sinar matahari dapat mengubah DNA, sehingga terjadi kelainan saat pembelahan sel. Kulit bisa mengalami tumor. Hal tersebut diungkapkan oleh dr. Lili Legiawati dari Universitas Indonesia. Pada orang muda, kerusakan DNA dapat segera diperbaiki. Tapi, pada yang lebih tua, proses perbaikan DNA mengalami gangguan.

Melindungi Kulit dari Paparan Sinar Matahari - Tips Aman Melindungi Kulit dari Paparan Sinar Matahari

Salah satu alasan perlunya melindungi kulit dari paparan sinar matahari adalah menghindari bahaya sinar radiasi ultraviolet matahari yang diserap oleh molekul di kulit yang dapat menghasilkan zat berbahaya reactive oxygen species (ROS). ROS adalah radikal bebas yang dapat memicu proses stress oksidatif dan merusak kulit.

Melindungi kulit dari paparan sinar matahari bertujuan untuk pencegah peningkatan radikal bebas pada kulit yang dapat meningkatkan pemecahan kolagen dan menurunkan produksi kolagen kulit. Pada kondisi normal, kerusakan kulit dapat diperbaiki, tapi saat menua proses ini terhambat. Kerusakan akut akibat paparan sinar matahari menghasilkan goresan yang dapat terlihat. Penyinaran ultraviolet dan cidera berulang, menyebabkan terakumulasinya kerusakan kulit.

Melindungi Kulit Dari Paparan Sinar Matahari Dengan Tabir Surya

Fotoproteksi adalah tindakan untuk melindungi kulit paparan sinar matahari dan kerusakan yang ditimbulkan oleh sinar UV. Dilakukan dengan tabir surya, pakaian / alat pelindung dan menghindari paparan secara langsung. Tabir surya dapat berupa krim, memberi perlindungan langsung terhadap sinar, sehingga tidak terjad perubahan pigmentasi. Sun-protection factor (SPF) adalah ukuran tingkat perlindungan dari ultraviolet-B, tapi tidak untuk ultraviolet-A.

Untuk iklim di Indonesia, kebutuhan untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari adalah menggunakan tabir surya dengan SPF 15. Jika banyak beraktivitas di luar ruangan, gunakan SPF 30. Penggunaan tabir surya pada kulit yang terkena paparan sinar matahari dapat memperhatikan bagian-bagian seperti: leher dan wajah. Gunakan setiap 2-3 jam, terutama jika sedang beraktivitas di luar ruangan.

SPF hanya melindungi kulit dari paparan sinar matahari berjenis Ultraviolet-B. Untuk mencari perlindungan dari ultraviolet-A, dapat menggunakan tabir surya yang dapat menghambat ultraviolet-A (UVA). Atau, gunakan tabir surya yang mengandung penghambat fisik, seperti titanium dioxide dan zinc oxide, yang dapat memberi perlindungan terhadap UV-B dan UV-A.

Tips Memilih Tabir Surya Untuk Melindungi Kulit dari Sinar Matahari

Efikasi – Perhatikan efikasi atau kemampuan krim tabir surya dalam melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang berbahaya. Perhatikan, apakah krim tersebut melindungi kulit dari UV-A dan UV-B, atau hanya salah satunya. Ada baiknya memilih tabir surya yang dapat melindungi kulit dari keduanya.
Subjektivitas – Subjektivitas tabir surya ini meliputi kenyamanan saat digunakan. Karena harus dioleskan 2-3 jam sekali, perhatikan apakah krim ini tidak menggunakan bahan berbahaya, nyaman dipakai, dan tidak lengket dikulit.
Properti fisik – Tabir surya sangat berguna ketika melakukan aktivitas outdoor. Sekali pun sudah terlindung dari sinar UV-A dan UV-B, tetap harus berhati-hati karena mungkin saja krim larut ketika anda berkeringat. Sebaiknya, untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari dapat memilih krim yang tahan air (waterproof atau water resistant).

Demikianlah informasi mengenai Tips Melindungi Kulit dari Paparan Sinar Matahari. Semoga bermanfaat.

Tips Aman Melindungi Kulit dari Paparan Sinar Matahari | Admin | 4.5